Loading...
Sensasi

10 Penyakit Yang Sering Muncul Saat Musim Hujan

Musim hujan harus kita waspadai dengan munculnya beberapa penyakit yang sering muncul. Musim hujan yang dingin, banjir, kehujanan dan berbagai macam faktor bisa menyebabkan munculnya berbagai penyakit. Berikut beberapa penyakit yang mungkin sering muncul ketika musim hujan
1. Influenza
Sering disebut sebagai flu, merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus RNA dari familia Orthomyxoviridae (virus influenza). Sering disamakan dengan selesma, sesungguhnya mereka berbeda; gejala selesma jauh lebih ringan daripada gejala flu dan disebabkan oleh virus selesma yaitu rhinovirus (cold virus).
Influenza memiliki 3 tipe yang diakibatkan oleh 3 virus berbeda yaitu; virus influenza A yang memiliki inang unggas akuatik dan dapat menimbulkan pandemi influenza manusia, virus influenza B yang hanya secara eksklusif menyerang manusia serta lebih jarang daripada virus influenza A, dan virus influenza C yang menginfeksi manusia, anjing, dan babi serta dapat menimbulkan penyakit berat dan epidemi lokal.
2. Diare
Dalam bahasa Inggris disebut diarrhea, merupakan penyakit dimana tinja atau feses berubah menjadi lembek dan cair dan biasanya terjadi buang air besar paling sedikit 3 kali dalam sehari. Diare kebanyakan disebabkan oleh beberapa infeksi virus tetapi seringkali akibat dari racun bakteria. Diare dapat juga merupakan gejala dari luka, penyakit, alergi fruktosa atau laktosa, kelebihan vitamin C, akibat mengkonsumsi buah-buahan tertentu, atau makan-makanan yang pedas, asam, atau bersantan.
3. Disentri
Merupakan infeksi pada usus yang menyebabkan diare yang disertai darah atau lendir. Selain diare, gejala lain yang timbul adalah kram perut, mual, dan muntah. Disentri digolongkan menjadi 2 jenis berdasarkan penyebabnya yaitu disentri basiler atau sigelosis yang disebabkan oleh bakteri shigella dan disentri amoeba atau amoebiasis yang disebabkan oleh amoeba (parasit bersel satu) bernama Entamoeba histolytica yang biasanya ditemukan di daerah tropis. Manusia sering terinfeksi karena mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi akibat lingkungan yang kotor.
4. Cacingan
Cacingan ada 3 jenis berdasarkan jenis cacingnya yaitu cacing kremi, cacing pita, dan cacing gelang. Cacing kremi sering dialami oleh anak-anak, cacing ini memiliki ukuran yang kecil sekitar seperempat inci. Cacing pita biasanya menyerang kaum dewasa, cacing pita biasanya dijumpai pada sejumlah daging babi. Cacing gelang bisa menembus pori-pori kulit dan hidup di paru-paru.
5. Leptospirosis
Penyakit ini merupakan infeksi bakteri yang disebabkan oleh strain Leptospira yang ada pada kencing tikus, musang, opossum, rubah, musang kerbau, sapi atau binatang lainnya. Penyakit ini dapat langsung menginfeksi manusia ketika luka terbuka di kulit melakukan kontak dengan air atau tanah yang telah terkontaminasi air kencing hewan, atau dapat juga memasuki tubuh melalui mata atau selaput lendir.
Ada dua jenis utama Leptospirosis yaitu ringan dan berat. Pada leptospirosis ringan pasien mengalami nyeri otot, menggigil dan mungkin sakit kepala, 90% dari kasus Leptospirosis tergolong jenis ini. Sementara itu leptospirosis berat dapat mengancam jiwa karena ada risiko kegagalan organ dan pendarahan internal.
6. Penyakit akibat jamur
Penyakit yang disebabkan jamur pada manusia ada beberapa jenis diantaranya adalah tinea circinata atau tinea corporis, tinea favosa, panu, dan sporotrichosis. Tinea circinata sering disebut sebagai kurap dan disebabkan oleh jamur Corporis trichopyton, pada kulit biasanya berbentuk bulat seperti cincin disertai rasa gatal. Tinea favosa disebabkan oleh jamur Tricophyton schoenleinii yang ditandai dengan adanya bintik-bintik putih pada bagian kulit kepala yang nantinya akan membesar dan membentuk kerak yang berwarna kekuningan.
Panu disebabkan oleh jamur Malassezia furfur yang ditandai dengan adanya bercak-bercak pada bagian kulit yang disertai dengan rasa gatal ketika sedang berkeringat. Sporotrichosis disebabkan oleh jamur Sporotrichum schenckii yang memiliki gejala berupa benjolan di bawah kulit yang nantinya akan membesar dan menjadi radang.
7. Asma
Penyakit ini pada dasarnya merupakan penyakit kronis menahun yang dapat timbul kapan saja ketika bertemu pemicunya. Serangan asma bisa terjadi sebagai akibat dampak penderita mengalami infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) baik flu ataupun sinusitis. Curah hujan yang tinggi pada musim hujan menyebabkan udara menjadi dingin dan memicu kambuhnya asma. Penyakit asma biasanya ditandai kesulitan bernafas, dengan gejala umum batuk-batuk, dada terasa berat, dan sesak napas.
8. Rhinitis
Merupakan radang pada selaput hidung yang bisa disebabkan karena gejala alergi atau non-alergi. Rhinitis alergi terjadi akibat sistem imun mendeteksi suatu alergen atau material asing yang biasanya berupa serbuk. Sementara itu rhinitis non-alergi lebih sulit didiagnosa karena bukan disebabkan oleh alergen, umumnya akibat perubahan cuaca, perubahan suhu/temperatur, suhu dingin, kelembaban udara, perubahan keadaan hormon, stress, makanan tertentu, bau-bauan tertentu, asap rokok, dan polusi udara.
9. Perburukan penyakit kronik
Bagi yang memiliki penyakit kronis seperti diabetes mellitus atau darah tinggi, musim hujan dapat memperburuk penyakit akibat kondisi daya tahan tubuh yang semakin menurun. Banjir yang terjadi pun dapat memicu stress yang juga dapat memperburuk keadaan.
10. Penyakit demam berdarah, karena meningkatnya tempat perindukan nyamuk
Curah hujan yang tinggi biasanya akan memicu banyak genangan air, baik itu di jalan yang berlubang atau barang-barang bekas yang disimpan begitu saja di luar rumah. Barang-barang seperti kaleng bekas, bejana, atau tempat lain yang berisi air hujan merupakan tempat ideal bagi nyamuk Aedes aegypti, nyamuk penyebar penyakit demam berdarah (DBD), untuk bersarang dan bertelur.
Agar tidak terjangkit penyakit terutama di musim hujan, berikut adalah antisipasi yang dapat kita lakukan sendiri.
  1. Cuci tangan dengan air bersih dan sabun
  2. Melakukan 3M: mengubur kaleng-kaleng bekas, menguras tempat penampungan air secara teratur, dan menutup tempat penyimpanan air dengan rapat
  3. Konsumsi buah dan sayur setiap hari
  4. Beraktivitas fisik setiap hari
  5. Membuang sampah pada tempatnya
  6. Tidak meludah sembarangan
  7. Menggunakan alat pelindung diri, misalnya memakai jaket tebal agar tidak kedinginan, memakai sepatu boot saat terjadi banjir untuk menghindari infeksi leptospira, dan memakai lotion anti nyamuk di wilayah rawan/endemis demam berdarah
  8. Menyetrika baju atau handuk terlebih dahulu sebelum dipakai, menyimpannya di tempat yang tidak lembab atau sering-sering mengangin-anginkannya jika terlihat sudah mulai lembab
Sumber : 4muda



via Bin Usrah

Sumber : 1Citemalaya>

About Admin

Loading...
Powered by Blogger.